Latest Post

Cerita sex biadab Pengalaman Ngentot Bersama Bibiku

Written By febiola on Desember 31, 2012 | 08.33

 

ini diawali dari jaman aku sma. Dulu waktu aku sma, aku selalu pilih-pilih dalam mencintai wanita. Hal ini yang jadi awal mula cerita seks sekaligus cerita sex yang akan aku ceritakan disini. Itulah mungkin yang mengakibatkan cerita seks sedarah ini terjadi. Aku tak pernah mendekati seorang cewek pun di SMA. Padahal boleh dibilang aku ini bukan orang yang jelek-jelek amat. Para gadis sering histeris ketika melihat aku beraksi dibidang olahraga, seperti basket, lari dan sebagainya. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Sebab aku tidak suka mereka. Untuk masalah pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-teman memanggilku kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku, mungkin karena aku mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran aku tidak terlalu bodoh saja akhirnya aku dikatakan demikian.

Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang. Di sini aku numpang di rumah bibiku. Namanya Dewi. Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, kebiasaan dari kecil mungkin. Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal ketika aku masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa rumah makan yang lumayan laris, dengan bekal itu ia bisa menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di SD.

Ketika datang pertama kali di Malang, aku sudah dijemput pakai mobilnya. Lumayanlah, perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan. Pertamanya aku tak tahu kalau itu adalah mbak Dewi. Sebab ia kelihatan muda. Aku baru sadar ketika aku menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. Lalu kami bertegur sapa. Hari itu juga jantungku berdebar. Usianya masih 32 tapi dia sangat cantik. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar.

�Capek Dek Iwan?�, tanyanya.

�Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi�, jawabku. �Tapi mbak Dewi masih cantik ya?�

Ia ketawa, �Ada-ada saja kamu�.

Selama tinggal di rumahnya mbak Dewi. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa aku ketahui dari mbak Dewi. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Aku pun jadi dekat dengan anak-anaknya. Aku sering mengajari mereka pelajaran sekolah.

Tak terasa sudah satu semester lebih aku tinggal di rumah ini. Dan mbak Dewi sepertinya adalah satu-satunya wanita yang menggerakkan hatiku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi aku tak yakin apakah ia cinta juga kepadaku. Apalagi ia adalah bibiku sendiri. Malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Dewi sedang nonton televisi. Aku lihat kedua anaknya sudah tidur. Aku keluar dari kamar dan ke ruang depan. Tampak mbak Dewi asyik menonton tv. Saat itu sedang ada sinetron.

�Nggak tidur Wan?�, tanyanya.

�Masih belum ngantuk mbak�, jawabku.

Aku duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagi-lagi dadaku berdebar kencang. Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Ia tak menyadarinya. Lama kami terdiam.

�Kamu banyak diam ya�, katanya.

�Eh..oh, iya�, kataku kaget.

�Mau ngobrolin sesuatu?�, tanyanya.

�Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja�, jawabku.

�Ah kamu, ada-ada aja�

�Serius mbak�

�Makasih�

�Restorannya gimana mbak? Sukses?�

�Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan semuanya tak serahin ke general managernya. Mbak sewaktu-waktu saja ke sana�, katanya. �Gimana kuliahmu?�

�Ya, begitulah mbak, lancar saja�, jawabku.

Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. �Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek�.

�Makasih, nggak usah ah�

�Nggak papa koq mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?�

Ia tersenyum, �Ya udah, pijitin saja�

Aku memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali aku meraba ke bahunya. Ia memakai tshirt ketat. Sehingga aku bisa melihat lekukan tubuh dan juga tali bh-nya. Dadanya mbak Dewi besar juga. Tercium bau harum parfumnya.

�Kamu sudah punya pacar Wan?�, tanya mbak Dewi.

�Nggak punya mbak�

�Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?�

�Saya aja yang nggak tertarik ama mereka�

�Lha koq aneh? Denger dari mama kamu katanya kamu itu sering dikirimi surat cinta�

�Iya, waktu SMA. Kalau sekarang aku menemukan cinta tapi sulit mengatakannya�

�Masa�?�

�Iya mbak, orangnya cantik, tapi sudah janda�, aku mencoba memancing.

�Siapa?�

�Mbak Dewi�.

Ia ketawa, �Ada-ada saja kamu ini�.

�Aku serius mbak, nggak bohong, pernah mbak tahu aku bohong?�,

Ia diam.

�Semenjak aku bertemu mbak Dewi, jantungku berdetak kencang. Aku tak tahu apa itu. Sebab aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Semenjak itu pula aku menyimpan perasaanku, dan merasa nyaman ketika berada di samping mbak Dewi. Aku tak tahu apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin sesak. Sesak hingga aku tak bisa berpikir lagi mbak, rasanya sakit sekali ketika aku harus membohongi diri kalau aku cinta ama mbak�, kataku.

�Wan, aku ini bibimu�, katanya.

�Aku tahu, tapi perasaanku tak pernah berbohong mbak, aku mau jujur kalau aku cinta ama mbak�, kataku sambil memeluknya dari belakang.

Lama kami terdiam. Mungkin hubungan yang kami rasa sekarang mulai canggung. Mbak Dewi mencoba melepaskan pelukanku.

�Maaf wan, mbak perlu berpikir�, kata mbak Dewi beranjak. Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Cukup lama aku ada di ruangan tengah, hingga tengah malam kira-kira. Aku pun mematikan tv dan menuju kamarku. Sayup-sayup aku terdengar suara isak tangis di kamar mbak Dewi. Aku pun mencoba menguping.

�Apa yang harus aku lakukan?�.Apa��

Aku menunduk, mungkin mbak Dewi kaget setelah pengakuanku tadi. Aku pun masuk kamarku dan tertidur. Malam itu aku bermimpi basah dengan mbak Dewi. Aku bermimpi bercinta dengannya, dan paginya aku dapati celana dalamku basah. Wah, mimpi yang indah.

Paginya, mbak Dewi selesai menyiapkan sarapan. Anak-anaknya sarapan. Aku baru keluar dari kamar mandi. Melihat mereka dari kejauhan. Mbak Dewi tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. Kami benar-benar canggung pagi itu. Hari ini nggak ada kuliah. Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah. Setelah ganti baju aku keluar kamar. Tampak mbak Dewi melihat-lihat isi kulkas.

�Waduh, wan, bisa minta tolong bantu mbak?�, tanyanya.

�Apa mbak?�

�Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja? Sepertinya isi kulkas udah mau habis�,katanya.

�OK�

�Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkit-ungkit lagi, aku maafin kamu tapi jangan dibicarakan di depan anak-anak�, katanya. Aku mengangguk.

Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Dewi sekolah. Lalu kami pergi belanja. Lumayan banyak belanjaan kami. Dan aku menggandeng tangan mbak Dewi. Kami mirip sepasang suami istri, mbak Dewi rasanya nggak menolak ketika tangannya aku gandeng.Mungkin karena barang bawaannya banyak. Di mobil pun kami diam. Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun. Namun setiap kali aku bilang ke mbak Dewi bahwa perasaanku serius.

Hari-hari berlalu. Aku terus bilang ke mbak Dewi bahwa aku cinta dia. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aku membelikan sebuah gaun. Aku memang menyembunyikannya. Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang sakuku habis. Terpaksa nanti aku minta ortu kalau lagi butuh buat kuliah.

Saat itu anak-anak mbak Dewi sedang sekolah. Mbak Dewi merenung di sofa. Aku lalu datang kepadanya. Dan memberikan sebuah kotak hadiah.

�Apa ini?�, tanyanya.

�Kado, mbak Dewikan ulang tahun hari ini�,

Ia tertawa. Tampak senyumnya indah hari itu. Matanya berkaca-kaca ia mencoba menahan air matanya. Ia buka kadonya dan mengambil isinya. Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan.

�Indah sekali, berapa harganya?�, tanyanya.

�Ah nggak usah dipikirkan mbak�, kataku sambil tersenyum. �Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak�

�Sebentar ya�, katanya. Ia buru-buru masuk kamar sambil membawa gaunnya.

Tak perlu lama, ia sudah keluar dengan memakai baju itu. Ia benar-benar cantik.

�Bagaimana wan?�, tanyanya.

�Cantik mbak, Superb!!�, kataku sambil mengacungkan jempol.

Ia tiba-tiba berlari dan memelukku. Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya. �Terima kasih�

�Aku cinta kamu mbak�, kataku.

Mbak Dewi menatapku. �Aku tahu�

Aku memajukan bibirku, dan dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya. Inilah first kiss kita. Aku menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. Lidahku bermain di dalam mulutnya, kami berpanggutan lama sekali. Mbak Dewi mengangkat paha kirinya ke pinggangku, aku menahannya dengan tangan kananku. Ia jatuh ke sofa, aku lalu mengikutinya.

�Aku juga cinta kamu wan, dan aku bingung�, katanya.

�Aku juga bingung mbak�

Kami berciuman lagi. Mbak Dewi berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku sudah hanya bercelana dalam saja. Penisku yang menegang menyembul keluar dari CD. Aku membuka resleting bajunya, kuturunkan gaunnya, saat itulah aku mendapati dua buah bukit yang ranum. Dadanya benar-benar besar. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Aku lalu menurunkan terus hingga ke bawah. Ha? Nggak ada CD? Jadi tadi mbak Dewi ke kamar ganti baju sambil melepas CD-nya.

�Nggak perlu heran Wan, mbak juga ingin ini koq, mungkin inilah saat yang tepat�, katanya.

Aku lalu benar-benar menciumi kewanitaannya. Kulumat, kujilat, kuhisap. Aku baru pertama kali melakukannya. Rasanya aneh, tapi aku suka. Aku cinta mbak Dewi. Mbak Dewi meremas rambutku, menjambakku. Ia menggelinjang. Kuciumi pahanya, betisnya, lalu ke jempol kakinya. Kuemut jempol kakinya. Ia terangsang sekali. Jempol kaki adalah bagian paling sensitif bagi wanita.

�Tidak wan, jangan�.AAAHH�, mbak Dewi memiawik.

�Kenapa mbak?� kataku.

Tangannya mencengkram lenganku. Vaginanya basah sekali. Ia memejamkan mata, tampak ia menikmatinya. �Aku keluar wan�

Ia bangkit lalu menurunkan CD-ku. Aku duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang dilakukannya.

�Gantian sekarang�, katanya sambil tersenyum.

Ia memegang penisku, diremas-remas dan dipijat-pijatnya. Oh�aku baru saja merasakan penisku dipijat wanita. Tangan mbak Dewi yang lembut, hangat lalu mengocok penisku. Penisku makin lama makin panjang dan besar. Mbak Dewi menjulurkan lidahnya. Dia jilati bagian pangkalnya, ujungnya, lalu ia masukkan ujung penisku ke dalam mulutnya. Ia hisap, ia basahi dengan ludahnya. Ohh�sensasinya luar biasa.

�Kalau mau keluar, keluar aja nggak apa-apa wan�, kata mbak Dewi.

�Nggak mbak, aku ingin keluar di situ aja?�, kataku sambil memegang liang kewanitaannya.

Ia mengerti, lalu aku didorongnya. Aku berbaring, dan ia ada di atasku. Pahanya membuka, dan ia arahkan penisku masuk ke liang itu. Agak seret, mungkin karena memang ia tak pernah bercinta selain dengan suaminya. Masuk, sedikit demi sedikit dan bless�.Masuk semuanya. Ia bertumpu dengan sofa, lalu ia gerakkan atas bawah.

�Ohh�.wan�enak wan��, katanya.

�Ohhh�mbak�Mbak Dewi�ahhh��, kataku.

Dadanya naik turun. Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya. Lama sekali ruangan ini dipenuhi suara desahan kami dan suara dua daging beradu. Plok�plok..plok..cplok..!! �Waan�mbak keluar lagi�AAAHHHH�

Mbak Dewi ambruk di atasku. Dadanya menyentuh dadanku, aku memeluknya erat. Vaginanya benar-benar menjepitku kencang sekali. Perlu sedikit waktu untuk ia bisa bangkit. Lalu ia berbaring di sofa.

�Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke dalam rahimku. Mbak rela punya anak darimu wan�, katanya.

Aku tak menyia-nyiakannya. Aku pun memasukkannya. Kudorong maju mundur, posisi normal ini membuatku makin keenakan. Aku menindih mbak Dewi, kupeluk ia, dan aku terus menggoyang pinggulku. Rasanya udah sampai di ujung. Aku mau meledak. AAHHHH�.

�Oh wan�wan�mbak keluar lagi�, mbak Dewi mencengkram punggungku. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Vaginanya mbak Dewi mencengkramku erat sekali, aku keenakkan. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Dewi.

Siang hari aku terbangun oleh suara HP. Mbak Dewi masih di pelukanku. Mbak Dewi dan aku terbangun. Kami tertawa melihat kejadian lucu ini. Waktu jamnya menjemput anak-anak mbak Dewi sepertinya.

Mbak Dewi menyentuh penisku. �Ini luar biasa, mbak Dewi sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?�

�eh?�, aku kaget.

�Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung. Tapi saudara tiri. Panjang ceritanya. Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak-anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu�, katanya.

Aku lalu memeluknya, �aku bersedia mbak�.

Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Dewi, aku mulai mencoba berbagai gaya. Mbak Dewi sedikit rakus setelah ia menemukan partner sex baru. Ia suka sekali mengoral punyaku, mungkin karena punyaku terlalu tangguh untuk liang kewanitaannya. hehehe�tapi itulah cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku. Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Sampai kini pun ia masih seperti dulu, tidak berubah, tetap cantik.

Source: http://www.hamsterhead.info/2012/01/cerita-sex-biadab-pengalaman-ngentot.html#ixzz1wSw7Hpru

Cerita Seru Ngentot Daun Muda

 
Cerita Seru Ngentot Daun Muda, Minggu sore hampir pukul empat. Setelah menonton CD porno sejak pagi penisku tak mau diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. Istriku pulang kampung sejak kemarin sampai dua hari mendatang, karena ada kerabat punya hajat menikahkan anaknya. Anak tunggalku ikut ibunya. Aku mencoba menenangkan diri dengan mandi, lalu berbaring di ranjang. Tetapi penisku tetap tak berkurang ereksinya. Malah sekarang terasa berdenyut-denyut bagian pucuknya.
�Wah gawat gawat nih. Nggak ada sasaran lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian�, gumamku.

Aku bangkit dari tiduran menuju ruang tengah. Mengambil segelas air es lalu menghidupkan tape deck. Lumayan, tegangan agak mereda. Tetapi ketika ada video klip musik barat agak seronok, penisku kembali berdenyut-denyut. Nah, belingsatan sendiri jadinya. Sempat terpikir untuk jajan saja. Tapi cepat kuurungkan. Takut kena penyakit kelamin. Salah-salah bisa ketularan HIV yang belum ada obatnya sampai sekarang. Kuingat-ingat kapan terakhir kali barangku terpakai untuk menyetubuhi istriku. Ya, tiga hari lalu. Pantas kini adik kecilku uring-uringan tak karuan. Soalnya dua hari sekali harus nancap. �Sekarang minta jatah..�. Sambil terus berusaha menenangkan diri, aku duduk-duduk di teras depan membaca surat kabar pagi yang belum tersentuh.

Tiba-tiba pintu pagar berbunyi dibuka orang. Refleks aku mengalihkan pandangan ke arah suara. Renny anak tetangga mendekat.
�Selamat sore Om. Tante ada?�
�Sore.. Ooo Tantemu pulang kampung sampai lusa. Ada apa?�
�Wah gimana ya..�
�Silakan duduk dulu. Baru ngomong ada keperluan apa�, kataku ramah.

ABG berusia sekitar lima belas tahun itu menurut. Dia duduk di kursi kosong sebelahku.
�Nah, ada perlu apa dengan Tantemu? Mungkin Om bisa bantu�, tuturku sambil menelusuri badan gadis yang mulai mekar itu.
�Anu Om, Tante janji mau minjemi majalah terbaru..�
�Majalah apa sich?�, tanyaku. Mataku tak lepas dari dadanya yang tampak mulai menonjol. Wah, sudah sebesar bola tenis nih.
�Apa saja. Pokoknya yang terbaru�.
�Oke silakan masuk dan pilih sendiri�.

Kuletakkan surat kabar dan masuk ruang dalam. Dia agak ragu-ragu mengikuti. Di ruang tengah aku berhenti.
�Cari sendiri di rak bawah televisi itu�, kataku, kemudian membanting pantat di sofa.
Renny segera jongkok di depan televisi membongkar-bongkar tumpukan majalah di situ. Pikiranku mulai usil. Kulihati dengan leluasa tubuhnya dari belakang. Bentuknya sangat bagus untuk ABG seusianya. Pinggulnya padat berisi. Bra-nya membayang di baju kaosnya. Kulitnya putih bersih. Ah betapa asyiknya kalau saja bisa menikmati tubuh yang mulai berkembang itu.

�Nggak ada Om. Ini lama semua�, katanya menyentak lamunan nakalku.
�Ngg.. mungkin ada di kamar Tantemu. Cari saja di sana�
Selama ini aku tak begitu memperhatikan anak itu meski sering main ke rumahku. Tetapi sekarang, ketika penisku uring-uringan tiba-tiba baru kusadari anak tetanggaku itu ibarat buah mangga telah mulai mengkal. Mataku mengikuti Renny yang tanpa sungkan-sungkan masuk ke kamar tidurku. Setan berbisik di telingaku, �inilah kesempatan bagi penismu agar berhenti berdenyut-denyut. Tapi dia masih kecil dan anak tetanggaku sendiri? Persetan dengan itu semua, yang penting birahimu terlampiaskan�.

Akhirnya aku bangkit menyusul Renny. Di dalam kamar kulihat anak itu berjongkok membongkar majalah di sudut. Pintu kututup dan kukunci pelan-pelan.
�Sudah ketemu Ren?� tanyaku.
�Belum Om�, jawabnya tanpa menoleh.
�Mau lihat CD bagus nggak?�
�CD apa Om?�
�Filmnya bagus kok. Ayo duduk di sini.�

Gadis itu tanpa curiga segera berdiri dan duduk pinggir ranjang. Aku memasukkan CD ke VCD dan menghidupkan televisi kamar.
�Film apa sih Om?�
�Lihat saja. Pokoknya bagus�, kataku sambil duduk di sampingnya. Dia tetap tenang-tenang tak menaruh curiga.
�Ihh..�, jeritnya begitu melihat intro berisi potongan-potongan adegan orang bersetubuh.
�Bagus kan?�
�Ini kan film porno Om?!�
�Iya. Kamu suka kan?�
Dia terus ber-ih.. ih ketika adegan syur berlangsung, tetapi tak berusaha memalingkan pandangannya.

Memasuki adegan kedua aku tak tahan lagi. Aku memeluk gadis itu dari belakang.
�Kamu ingin begituan nggak?�, bisikku di telinganya.
�Jangan Om�, katanya tapi tak berusaha mengurai tanganku yang melingkari lehernya.
Kucium sekilas tengkuknya. Dia menggelinjang.
�Mau nggak gituan sama Om? Kamu belum pernah kan? Enak lo..�
�Tapi.. tapi.. ah jangan Om.� Dia menggeliat berusaha lepas dari belitanku. Namun aku tak peduli. Tanganku segera meremas dadanya. Dia melenguh dan hendak memberontak.
�Tenang.. tenang.. Nggak sakit kok. Om sudah pengalaman..�

Tangan kananku menyibak roknya dan menelusupi pangkal pahanya. Saat jari-jariku mulai bermain di sekitar vaginanya, dia mengerang. Tampak birahinya sudah terangsang. Pelan-pelan badannya kurebahkan di ranjang tetapi kakinya tetap menjuntai. Mulutku tak sabar lagi segera mencercah pangkal pahanya yang masih dibalut celana warna hitam.

�Ohh.. ahh.. jangan Om�, erangnya sambil berusaha merapatkan kedua kakinya. Tetapi aku tak peduli. Malah celana dalamnya kemudian kupelorotkan dan kulepas. Aku terpana melihat pemandangan itu. Pangkal kenikmatan itu begitu mungil, berwarna merah di tengah, dan dihiasi bulu-bulu lembut di atasnya. Klitorisnya juga mungil. Tak menunggu lebih lama lagi, bibirku segera menyerbu vaginanya. Kuhisap-hisap dan lidahku mengaduk-aduk liangnya yang sempit. Wah masih perawan dia. Renny terus menggelinjang sambil melenguh dan mengerang keenakan. Bahkan kemudian kakinya menjepit kepalaku, seolah-olah meminta dikerjai lebih dalam dan lebih keras lagi.

Oke Non. Maka lidahku pun makin dalam menggerayangi dinding vaginanya yang mulai basah. Lima menit lebih barang kenikmatan milik ABG itu kuhajar dengan mulutku. Kuhitung paling tidak dia dua kali orgasme. Lalu aku merangkak naik. Kaosnya kulepas pelan-pelan. Menyusul kemudian BH hitamnya berukuran 32. Setelah kuremas-remas buah dadanya yang masih keras itu beberapa saat, ganti mulutku bekerja. Menjilat, memilin, dan mencium putingnya yang kecil.

�Ahh..� keluh gadis itu. Tangannya meremas-remas rambutku menahan kenikmatan tiada tara yang mungkin baru sekarang dia rasakan.
�Enak kan beginian?� tanyaku sambil menatap wajahnya.
�Iii.. iya Om. Tapi..�
�Kamu pengin lebih enak lagi?�

Tanpa menunggu jawabannya aku segera mengatur posisi badannya. Kedua kakinya kuangkat ke ranjang. Kini dia tampak telentang pasrah. Penisku pun sudah tak sabar lagi mendarat di sasaran. Namun aku harus hati-hati. Dia masih perawan sehingga harus sabar agar tidak kesakitan. Mulutku kembali bermain-main di vaginanya. Setelah kebasahannya kuanggap cukup, penisku yang telah tegak kutempelkan ke bibir vaginanya. Beberapa saat kugesek-gesekkan sampai Renny makin terangsang. Kemudian kucoba masuk perlahan-lahan ke celah yang masih sempit itu. Sedikit demi sedikit kumaju-mundurkan sehingga makin melesak ke dalam. Butuh waktu lima menit lebih agar kepala penisku masuk seluruhnya. Nah istirahat sebentar karena dia tampak menahan nyeri.

�Kalau sakit bilang ya�, kataku sambil mencium bibirnya sekilas.
Dia mengerang. Kurang sedikit lagi aku akan menjebol perawannya. Genjotan kutingkatkan meski tetap kuusahakan pelan dan lembut. Nah ada kemajuan. Leher penisku mulai masuk.
�Auw.. sakit Om..� Renny menjerit tertahan.
Aku berhenti sejenak menunggu liang vaginanya terbiasa menerima penisku yang berukuran sedang. Satu menit kemudian aku maju lagi. Begitu seterusnya. Selangkah demi selangkah aku maju. Sampai akhirnya.. �Ouu..�, dia menjerit lagi. Aku merasa penisku menembus sesuatu. Wah aku telah memerawani dia. Kulihat ada sepercik darah membasahi sprei.

Aku meremas-remas payudaranya dan menciumi bibirnya untuk menenangkan. Setelah agak tenang aku mulai menggenjot anak itu.
�Ahh.. ohh.. asshh..�, dia mengerang dan melenguh ketika aku mulai turun naik di atas tubuhnya. Genjotan kutingkatkan dan erangannya pun makin keras. Mendengar itu aku makin bernafsu menyetubuhi gadis itu. Berkali-kali dia orgasme. Tandanya adalah ketika kakinya dijepitkan ke pinggangku dan mulutnya menggigit lengan atau pundakku.

�Nggak sakit lagi kan? Sekarang terasa enak kan?�
�Ouu enak sekali Om..�
Sebenarnya aku ingin mempraktekkan berbagai posisi senggama. Tapi kupikir untuk kali pertama tak perlu macam-macam dulu. Terpenting dia mulai bisa menikmati. Lain kali kan itu masih bisa dilakukan.

Sekitar satu jam aku menggoyang tubuhnya habis-habisan sebelum spermaku muncrat membasahi perut dan payudaranya. Betapa nikmatnya menyetubuhi perawan. Sungguh-sungguh beruntung aku ini.
�Gimana? Betul enak seperti kata Om kan?� tanyaku sambil memeluk tubuhnya yang lunglai setelah sama-sama mencapai klimaks.
�Tapi takut Om..�
�Nggak usah takut. Takut apa sih?�
�Hamil�
Aku ketawa. �Kan sperma Om nyemprot di luar vaginamu. Nggak mungkin hamil dong�
Kuelus-elus rambutnya dan kuciumi wajahnya. Aku tersenyum puas bisa meredakan adik kecilku.

�Kalau pengin enak lagi bilang Om ya? Nanti kita belajar berbagai gaya lewat CD�.
�Kalau ketahuan Tante gimana?�
�Ya jangan sampai ketahuan dong�
Beberapa saat kemudian birahiku bangkit lagi. Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga.

Source: http://www.hamsterhead.info/2012/01/cerita-seru-ngentot-daun-muda.html#ixzz1wSvCKAZE

Cerita dewasa terbaru Kujilat Memek Istri Teman



Jual memek istri jilat memek basah � Suatu malam, aku bertugas membantu teman saya Mr. DS memasang sound system di 2 tempat berbeda, di tempat pertama, Family Park Alam Sutera, setelah memasang sound system kami harus segera bergegas ke tempat kedua, namun aku tidak bisa menemukan rekan saya Mr. P yg bertugas menyetir mobil.
Aku telepon HPnya dan dia bilang segera siap, tapi 30 menit berlalu tidak juga muncul batang hidungnya. Tiba-tiba HP saya berbunyi dan Mr. P dgn suara terburu-buru minta pertolongan saya �Wir, gua lagi diparkiran ada masalah nich, tolong bantuin gua!�
Aku bergegas ke tempat yg dimaksud, parkiran gelap di lokasi yang sudah sepi. Tampak sebuah mobil sedan, Suzuki Baleno warna Champagne dikerubuti oleh satpam.
Rupanya teman aku ini ketangkap basah sedang berduaan dengan seorang wanita di dalam mobil tersebut. Temanku bersumpah kalau mereka tidak melakukan apa-apa, tapi rasanya agak mustahil, karena ketika kulihat di dalam mobil wanita yg bernama Effi tampak sedang mengenakan rok yg super mini sehingga memamerkan pahanya yg sangat mulus�. Glek!
Singkat cerita masalah itu aku bereskan dgn tuntas tanpa keributan berkepanjangan. Itu juga awal aku mengenal Effi, wanita yang sudah bersuami, yang cukup mapan dgn 3 org anak. Usia masih di awal 40-an tapi tampak sangat segar dan cantik karena dia suka olah raga; senam dan fitness.
Sejak saat itu aku sering bertemu dengan Effi, bermula dari telepon kemudian janji ketemuan untuk makan siang bersama dsb.
Pernah kucoba menggoda dia tapi sangat sulit karena (katanya) dia tidak pernah melakukan hubungan selain dengan suaminya (ehm, bgmn dgn kejadian di parkiran waktu itu??? Munafik??? Yes�. Jual mahal??? Mungkin�)
Singkat cerita sekitar 2 tahun berlalu sejak perkenalan pertama kami, lebaran 2009, Effi telepon kalo dia ada masalah dengan lap topnya dan minta tolong kepada aku untuk melihat dan kalau bisa membenarkannya. Kami buat janji hari dan waktunya.
Akhirnya hari itu tiba, Effi minta aku datang ke rumahnya di Villa Melati Serpong pagi itu, Suaminya sedang ke kantor dan anak-anaknya sudah berangkat sekolah. Pembantunya belum ada yang datang.
Ketika aku datang dia sedang membersihkan rumah dengan menggunakan daster, tampak cantik dan segar seperti biasanya walaupun tanpa make up.
Aku di suruh melihat-lihat lap topnya sementara dia pergi mandi. Setelah dia mandi, langsung kuminta dia melihat lap topnya dan melihat kalau masalah di lap topnya sudah kubereskan.
Sambil melihat-lihat dia berkata, �gua pegel nich Wir�� seraya memegang pundaknya.
�sini saya pijitin�mau?� Tanyaku menawarkan jasa.
�kamu ngak keberatan?� Tanya dia sambil menengadah menatapku yg berada di belakangnya, mulut kami berciuman erat (kami sudah sering berciuman).
�no problem� kataku, lalu mulailah tanganku memijat pundaknya, lehernya dan punggungnya. Tampaknya dia menikmati setiap pijitanku.
Muncul ide nakalku, kuulurkan tanganku melalui bawah ketiaknya dan meraih payudaranya lalu memijatnya dgn lembut. Effi membiarkan sambil mendesah.
Mulut kami kembali berciuman dengan erat. Lalu mulai kuputar posisi duduknya sehingga menghadap kepadaku.
Kubuka kaos nya dan dia membiarkannya, BH-nya pun ku tanggalkan dan kukecup payudaranya yang sekal itu, kuhisap dan kujilati putingnya membuat dia mendesah-desah.
Ketika hendak kubuka celana pendeknya dia sempat menolak tapi kuyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja, akhirnya tanggal juga celana pendeknya dan celana dalamnya, tampak selangkanganya dihiasi bulu-bulu tipis.
Kuciumi pangkal pahanya terus keselangkangannya, lalu kujilati vaginanya membuat dia menggeliat-geliat sambil mengerang.
Setelah puas menjilati memeknya (katanya dia orgasme saat kujilati memeknya tersebut), aku berdiri dan membuka celanaku dan kusodorkan penisku kewajahnya, dengan segera Effi menyambutnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Effi mengulum, menjilati dan mengisap-isap penisku samapi aku merasa tidak tahan.
Segerakutari tubuhnya ke depan kamar mandi kubungkukkan badannya menghadap ke wastafel sehingga posisi tubuh effi seperti menungging, lalu segera ku masukkan batang kemaluanku ke dalam kemaluannya.
Kami kemudian bergumul di atas lantai di depan kamar mandi. Memeknya begitu nikmat menjepit batang kemaluanku seperti mengisap-isap. Mantap banget.
Akhirnya kami orgasme, kusemburkan air maniku di dalam memeknya, nikmat sekali.
Kami mengatur nafas sebentar lalu segera berpakaian, karena takut tiba-tiba ada yg datang.
Setelah hari itu kami sempat melakukannya lagi di mobil Effi yg diparkirkan di depan hotel Santika Serpong.
Effi memang top, sayang agak jual mahal dan munafik aja�..wkwkwkwkwkwkwk�..

Source: http://www.hamsterhead.info/2012/01/cerita-dewasa-terbaru-kujilat-memek.html#ixzz1wSuc6UhP

Cerita Sex Cerita Model Seksi Digarap Dua Lelaki

Written By febiola on Desember 30, 2012 | 22.32

 

Aku, seorang model yunior, diperkenalkan oleh temanku pada seorang fotografer ternama supaya aku bisa diorbitkan menjadi model terkenal. Temanku ngasi tau bahwa om Andi, demikian dia biasanya dipanggil, doyan daun muda. Bagiku gak masalah, asal benar2 dia bisa mendongkrak ratingku sehingga menjadi ternama.

Om Andi membuat janjian untuk sesi pemotretan di vilanya di daerah Puncak. Pagi2 sekali, pada hari yang telah ditentukan, om andi menjemputku. Bersama dia ikut juga asistennya, Joko, seorang anak muda yang cukup ganteng, kira2 seumuran denganku.

Tugas Joko adalah membantu om Andi pada sesi pemotretan. Mempersiapkan peralatan, pencahayaan, sampe pakaian yang akan dikenakan model. Om Andi sangat profesional mengatur pemotretan, mula2 dengan pakaian santai yang seksi, yang menonjolkan lekuk liku tubuhku yang memang bahenol. Pemotretan dilakukan di luar.

Bajunya dengan potongan dada yang rendah, sehingga toketku yang besar montok seakan2 mau meloncat keluar. Joko terlihat menelan air liurnya melihat toketku yang montok. Pasti dia ngaceng keras, karena kulihat di selangkangan jins nya menggembung. Aku hanya membayangkan berapa besar kontolnya, itu membuat aku jadi blingsatan sendiri.

Setelah itu, om Andi mengajakku melihat hasil pemotretan di laptopnya, dia memberiku arahan bagaimana berpose seindah mungkin. Kemudian sesi ke2, dia minta aku mengenakan lingeri yang juga seksi, minim dan tipis, sehingga aku seakan2 telanjang saja mengenakannya. Pentil dan jembutku yang lebat membayang di kain lingerie yang tipis.

Jokopun kayanya gak bisa konsentrasi melihat tubuhku. Aku yakin kon tolnya sudah ngaceng sekeras2nya. Om Andi mengatur gayaku dan mengambil poseku dengan macam2 gaya tersebut. Tengkurap, telentang, ngangkang dan macem2 pose yang seksi2. Kembali om Joko memberiku arahan setelah membahas hasil pemotretannya.

Sekarang sekitar jam 12 siang, om Andi minta Joko untuk membeli makan siang. Sementara itu aku minta ijin untuk istirahat dikolam renang aja. Om Andi memberiku bikini yang so pasti seksi dan minim untuk dikenakan. Tanpa malu2 segera aku mengenakan bikini itu. Benar saja, bikininya minim sehingga hanya sedikit bagian tubuhku yang tertutupinya. Aku berbaring di dipan dibawah payung. Karena lelah akibat sesi pemotretan yang padat dan angin sepoi2, aku tertidur.

Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yang meraba-raba tubuhku, tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku. Ketika tangan itu menyentuh selangkanganku tiba-tiba mataku terbuka, aku melihat om Andi sedang menggerayangi tubuhku.

�Nes, kamu seksi sekali, om jadi napsu deh ngeliatnya. Om jadi pengen ngentotin Ines, boleh gak Nes. Nanti om bantu kamu untuk jadi model profesional�, katanya.

Karena sudah diberi tahu temanku, aku tidak terlalu kaget mendengar permintaannya yang to the point.

�Ines sih mau aja om, tapi nanti Joko kalo dateng
gimana�, tanyaku.

Om Andi segera meremas2 toketku begitu mendengar bahwa aku gak keberatan dientot.

�Kamu kan udah sering dientot kan Nes, nanti kalo Joko mau kita main ber 3 aja, asik kan kamunya�, katanya sambil tersenyum.

Aku diam saja, om Andi berbaring di dipan disebelahku. Segera aku dipeluknya, langsung dia menciumku dengan ganas. Tangannya tetap aktif meremas2 toketku, malah kemudian mulai mengurai tali bra bikiniku yang ada ditengkuk dan dipunggung sehingga toketku pun bebas dari penutup. Dia semakin bernapsu meremas toketku.

�Nes, toket kamu besar dan kenceng, kamu udah napsu ya Nes. Mana pentilnya gede keras begini, pasti sering diisep ya Nes�.

Dia duduk di pinggir dipan dan mulai menyedot toketku, sementara aku meraih kontolnya serta kukocok hingga kurasakan kontol itu makin mengeras. Aku mendesis nikmat waktu tangannya membelai selangkanganku dan menggosok-gosok nonokku dari luar.

�Eenghh.. terus om.. oohh!� desahku sambil meremasi rambut om Andi yang sedang mengisap toketku.

Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawah dan berhenti di puserku. Aku mendesah makin tidak karuan ketika lidahnya bermain-main di sana ditambah lagi dengan jarinya yang bergerak keluar masuk nonokku dari samping cd bikini ku. Aku sampai meremas-remas toket dan menggigit jariku sendiri karena tidak kuat menahan rasanya yang geli-geli enak itu hingga akhirnya tubuhku mengejang dan nonokku mengeluarkan cairan hangat.

Dengan merem melek aku menjambak rambut om Andi. Segera tangannya pun mengurai pengikat cd bikiniku sehingga aku sudah telanjang bulat terbaring dihadapannya, siap untuk digarap sepuasnya. Dia segera menyeruput nonokku sampai kurasakan cairanku tidak keluar lagi, barulah om Andi melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku.

�Jembut kamu lebat ya Nes, pasti napsu kamu besar. Kamu gak puas kan kalo cuma dientot satu ronde�, katanya.

Belum beres aku mengatur nafasku yang memburu, mulutku sudah dilumatnya dengan ganas. Kurasakan aroma cairan cintaku sendiri pada mulutnya yang belepotan cairan itu. Aku agak kewalahan dengan lidahnya yang bermain di rongga mulutku. Setelah beberapa menit baru aku bisa beradapatasi, kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit dan mengisap.

Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajahku sampai wajahku basah oleh liurnya.

�Ines ga tahan lagi om, Ines emut kontol om ya� kataku. Om Andi langsung bangkit dan berdiri di sampingku, melepaskan semua yang nempel dibadannya dan menyodorkan kontolnya. kontolnya sudah keras sekali, besar dan panjang. Tipe kontol yang menjadi kegemaranku. Masih dalam posisi berbaring di dipan, kugenggam kontolnya, kukocok dan kujilati sejenak sebelum kumasukkan ke mulut.

Mulutku terisi penuh oleh kontolnya, itu pun tidak menampung seluruhnya paling cuma masuk 3/4nya saja. Aku memainkan lidahku mengitari kepala kontolnya, terkadang juga aku menjilati lubang kencingnya sehingga om Andi bergetar dan mendesah-desah keenakan. Satu tangannya memegangi kepalaku dan dimaju-mundurkannya pinggulnya sehingga aku gelagapan.

�Eemmpp..nngg..!� aku mendesah tertahan karena nyaris kehabisan nafas, namun tidak dipedulikannya.

Kepala kontol itu berkali-kali menyentuh dinding kerongkonganku. Kemudian kurasakan ada cairan memenuhi mulutku. Aku berusaha menelan pejunya itu, tapi karena banyaknya pejunya meleleh di sekitar bibirku. Belum habis semburannya, dia menarik keluar kontolnya, sehingga semburan berikut mendarat disekujur wajahku.

Kuseka wajahku dengan tanganku. Sisa-sisa peju yang
menempel di jariku kujilati sampai habis. Saat itu mendadak pintu pager terbuka dan Joko muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yang sedang bugil.

�Jok, mau ikutan gak�, tanya om Andi sambil tersenyum.

�Kita makan dulu ya�. Segera kita menyantap makanan yang dibawa Joko
sampai habis.

Sambil makan, kulihat jakunnya Joko turun naik melihat kepolosan tubuhku, meskipun agak gugup matanya terus tertuju ke toketku. Aku mengelus-elus kontolnya dari luar celananya, membuatnya terangsang

Akhirnya Joko mulai berani memegang toketku, bahkan meremasnya. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya dan meraba-raba dadanya.

�Nes, toketnya gede juga ya.. enaknya diapain ya�, katanya sambil terus meremasi toketku.

Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka pakaiannya. Nampaklah kontolnya cukup besar, walaupun tidak sebesar kontol om Andi, tapi kelihatannya lebih panjang. Kugenggam kontolnya, kurasakan kontolnya bergetar dan mengeras. Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hingga berjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan kontolnya ke mulut, kujilati dan kuemut-emut hingga Joko mengerang keenakan.

�Enak, Jok�, tanya om Andi yang memperhatikan Joko agak grogi menikmati emutanku.

Om Andi lalu mendekati kami dan meraih tanganku untuk mengocok kontolnya. Secara bergantian mulut dan tanganku melayani kedua kontol yang sudah menegang itu. Tidak puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian om Andi pindah ke belakangku, tubuhku dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tanganku.

Aku mulai merasakan kontolnya menyeruak masuk ke dalam nonokku. Seperti biasa, mulutku menganga mengeluarkan desahan meresapi inci demi inci kontolnya memasuki nonokku. Aku dientotnya dari belakang, sambil menyodok, kepalanya merayap ke balik ketiak hingga mulutnya hinggap pada toketku. Aku menggelinjang tak karuan waktu pentil kananku digigitnya dengan gemas, kocokanku pada kontol Joko makin bersemangat.

Rupanya aku telah membuat Joko ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang ngentot. Kepalaku pun dipeganginya dengan erat sampai kesempatan untuk menghirup udara segar pun aku tidak ada. Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja dientot dari dua arah oleh mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan kontol yang lain makin menghujam ke tubuhku. kontol Om Andi menyentuh bagian terdalam dari nonokku dan ketika kontol Joko menyentuh kerongkonganku, belum lagi mereka terkadang memainkan toket atau meremasi pantatku.

Aku serasa terbang melayang-layang dibuatnya hingga akhirnya tubuhku mengejang dan mataku membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh kontol Joko. Bersamaan dengan itu pula entotan Om Andi terasa makin bertenaga. Kami pun nyampe bersamaan, aku dapat merasakan pejunya yang menyembur deras di dalamku, kemudian meleleh keluar lewat selangkanganku.

Setelah nyampe, tubuhku berkeringat, mereka agaknya mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya.

�Nes, aku pengen ngen totin nonok kamu juga�, kata Joko.

Aku cuma mengangguk, lalu dia bilang lagi,

�Tapi Ines istirahat aja dulu, kayanya masih cape deh�. Aku turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diriku. Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, om Andi duduk di sebelah kiriku dan Joko di kananku. Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama itu tangan jahil mereka selalu saja meremas atau mengelus dada, paha, dan bagian sensitif lainnya.

�Nes, aku masukin sekarang aja ya, udah ga tahan daritadi belum rasain nonok kamu� kata Joko mengambil posisi berlutut di depanku.

Dia kemudian membuka pahaku setelah kuanggukan kepala,dia mengarahkan kontolnya yang panjang dan keras itu ke nonokku, tapi dia tidak langsung
menusuknya tapi menggesekannya pada bibir nonokku sehingga aku berkelejotan kegelian dan meremas kontol om andi yang sedang menjilati leher di bawah telingaku.

�Aahh.. Jok, cepet masukin dong, udah kebelet nih!� desahku tak tertahankan.

Aku meringis saat dia mulai menekan masuk kontolnya. Kini nonokku telah terisi oleh kontolnya yang keras dan panjang itu, yang lalu digerakkan keluar masuk nonokku.

�Wah.. seret banget nonok kamu Nes�, erangnya.

Setelah 15 menit dia gen tot aku dalam posisi itu, dia melepas kontolnya lalu duduk berselonjor dan manaikkan tubuhku ke kontolnya. Dengan refleks akupun menggenggam kontol itu sambil menurunkan tubuhku hingga kontolnya amblas ke dalam nonokku. Dia memegangi kedua bongkahan pantatku, secara
bersamaan kami mulai menggoyangkan tubuh kami.

Desahan kami bercampur baur dengan bunyi kecipak air kolam, tubuhku tersentak-sentak tak terkendali, kepalaku kugelengkan kesana-kemari, kedua toketku yang terguncang-guncang tidak luput dari tangan dan mulut mereka. Joko
memperhatikan kontolnya sedang keluar masuk di nonokku.

Goyangan kami terhenti sejenak ketika om Andi tiba-tiba mendorong punggungku sehingga pantatku semakin menungging dan toketku makin tertekan ke wajah Joko. om Andi membuka pantatku dan mengarahkan kontolnya ke sana.

�Aduuh.. pelan-pelan om, sakit � rintihku waktu dia
mendorong masuk kontolnya.

Bagian bawahku rasanya sesak sekali karena dijejali dua kontol kontol besar. Kami kembali bergoyang, sakit yang tadi kurasakan perlahan-lahan berubah menjadi rasa nikmat. Aku menjerit sejadi-jadinya ketika om Andi menyodok pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih lembut dikit. Bukannya mendengar, om Andi malah makin buas menggentotku.

Joko melumat bibirku dan memainkan lidahnya di dalam mulutku agar aku tidak terlalu ribut. Hal itu berlangsung sekitar 20 menit lamanya sampai aku merasakan tubuhku seperti mau meledak, yang dapat kulakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Joko erat-erat sampai kukuku mencakar punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan Joko.

Namun mereka masih saja memompaku tanpa peduli padaku yang sudah
lemas ini. Erangan yang keluar dari mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makin dahsyat, pentilku disedot kuat-kuat oleh Joko, dan om Andi menjambak rambutku. Aku lalu merasakan peju hangat menyembur di dalam nonok dan pantatku, di air nampak sedikit cairan peju itu melayang-layang. Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku dengan kontol masih tertancap.

Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengajak mereka naik ke atas. Sambil mengelap tubuhku yang basah kuyup, aku berjalan menuju kamar mandi. Mereka mengikutiku dan ikut mandi bersama. Disana aku cuma duduk, merekalah yang menyiram, menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggerayangi. nonok dan toketku paling lama mereka sabuni sampai aku menyindir

�Lho.. kok yang disabun disitu-situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong, dingin nih� disambut gelak tawa kami.

Setelah itu, giliran akulah yang memandikan mereka, saat itulah nafsu mereka bangkit lagi, akupun mengemut kontol mereka secara bergantian sehingga langsung saja napsu mereka memuncak. aku segera diseret ke ranjang.

Om Andi mendapat giliran pertama, kelihatannya mereka dia main berdua aja dengan ku. Jembutku yang lebat langsung menjadi sasaran, kemudian salah satu jarinya sudah mengelus2 nonokku. Otomatis aku mengangkangkan pahaku sehingga dia mudah mengakses nonokku lebih lanjut. Segera kontolnya yang besar, panjang dan sangat keras aku genggam dan kocok2.

�Nes, diisep dong�, pintanya. Kepalanya kujilat2 sebentar kemudian kumasukkan ke mulutku. Segera kekenyot pelan2, dan kepalaku mengangguk2 memasukkan kontolnya keluar masuk mulutku, kenyotanku jalan terus.

�Ah, enak Nes, baru diisep mulut atas aja udah nikmat ya, apalagi kalo yg ngisep mulut bawah�, erangnya keenakan.

Tangannya terus saja mengelus2 no nokku yang sudah basah karena napsuku sudah memuncak.

�Nes, kamu udah napsu banget ya, nonok kamu udah basah begini�, katanya lagi. kontolnya makin seru kuisep2nya. Kulihat Joko sedang mengelus2 kontolnya yang sudah ngaceng berat melihat om Andi menggarap aku.

Tiba2 dia mencabut kontolnya dari mulutku dan segera menelungkup diatas badanku. kontolnya diarahkan ke nonokku, ditekannya kepalanya masuk ke nonokku. terasa banget nonokku meregang kemasukan kepala kontol yang besar, dia mulai mengenjotkan kontolnya pelan, keluar masuk nonokku. Tambah lama tambah cepat sehingga akhirnya seluruh kontolnya yang panjang ambles di nonokku.

�Enak om , kontol om bikin nonok Ines sesek, dienjot yang keras om �, rengekku keenakan.

enjotan kontolnya makin cepat dan keras, aku juga makin sering melenguh
kenikmatan, apalagi kalo dia mengenjotkan kontolnya masuk dengan keras, nikmat banget rasanya. Gak lama dientot aku udah merasa mau nyampe,

�om lebih cepet ngenjotnya dong, Ines udah mau nyampe�, rengekku.

�Cepat banget Nes, om belum apa2? jawabnya sambil mempercepat lagi enjotan kontolnya. A

khirnya aku menjerit keenakan �Om, Ines nyampe mas , aah�, aku menggelepar kenikmatan.

Dia masih terus saja mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Tiba2 dia mencabut kontolnya dari nonokku.

�Kok dicabut om, kan belum ngecret�, protesku.

Dia diem saja tapi menyuruh aku menungging di pinggir ranjang, rupanya dia mau gaya anjing.

�Om, masukkin dinonok Ines aja ya, kalo dipantat gak asik�, pintaku.

Dia diam saja. Segera kontolnya ambles lagi di nonokku dengan gaya baru ini. Dia berdiri sambil memegang pinggulku. Karena berdiri, enjotan kontolnya keras dan cepat, lebih cepat dari yang tadi, gesekannya makin kerasa di nonokku dan masuknya rasanya lebih dalem lagi,

�Om , nikmat�, erangku lagi.

Jarinya terasa mengelus2 pantatku, tiba2 salah satu jarinya disodokkan ke lubang pantatku, aku kaget sehingga mengejan. Rupanya nonokku ikut berkontraksi meremas kontol besar panjang yang sedang keluar masuk,

�Aah Nes, nikmat banget, empotan nonok kamu kerasa banget�, erangnya sambil terus saja mengenjot nonokku.

Sementara itu sambil mengenjot dia agak menelungkup di punggungku dan tangannya meremas2 toketku, kemudian tangannya menjalar lagi ke i tilku, sambil dientot i tilku dikilik2nya dengan tangannya. Nikmat banget dien tot dengan cara seperti itu.

�Om , nikmat banget ngentot sama om , Ines udah mau nyampe lagi. Cepetan enjotannya om ,� erangku saking nikmatnya.

Dia sepertinya juga udah mau ngecret, segera dia memegang pinggulku lagi dan mempercepat enjotan kontolnya. Tak lama kemudian,

�Om, Ines mau nyampe lagi, om , cepetan dong enjotannya, aah�, akhirnya aku mengejang lagi keenakan. Gak lama kemudian dia mengentotkan kontolnya dalem2 di nonokku dan terasa pejunya ngecret.

�Aah Nes, nikmat banget�, diapun agak menelungkup diatas punggungku.

Karena lemas, aku telungkup diranjang dan dia masih menindihku, kontolnya tercabut dari nonokku.

�Om , nikmat deh, sekali entot aja Ines bisa nyampe 2 kali. Abis ini giliran Joko ya�, kataku.

�Iya�, jawabnya sambil berbaring disebelahku.

Aku memeluknya dan dia mengusap2 rambutku. �Kamu pinter banget muasin lelaki ya Nes�, katanya lagi.

Aku hanya tersenyum, �Om, Ines mau ke kamar mandi, lengket badan rasanya�, aku pun bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi.

Selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi telanjang bulat, kulihat om Andi sudah tidak ada dikamar. Joko sudah berbaring diranjang. Aku tersenyum saja dan berbaring disebelahnya. Dia segera mencium bibirku dengan penuh napsu. kontolnya keelus2. Lidahku dan lidahnya saling membelit dan kecupan bibir berbunyi saking hotnya berciuman. Tangannya juga mengarah kepahaku.

Aku segera saja mengangkangkan pahaku, sehingga dia bisa dengan mudah mengobok2 nonokku. Sambil terus mencium bibirku, tangannya kemudian naik meremas2 toketku. Pentilku diplintir2nya,

�Jok enak, Ines udah napsu lagi nih�, erangku.

Tanganku masih mengocok kontolnya yang sudah keras banget. Kemudian ciumannya beralih ke toketku. Pentilku yang sudah mengeras segera diemutnya dengan penuh napsu,

�Jok , nikmat banget �, erangku.

Diapun menindihku sambil terus menjilati pentilku. Jilatannya turun keperutku, kepahaku dan akhirnya mendarat di nonokku.

�Aah Jok , enak banget, belum dientot aja udah nikmat banget�, erangku.

Aku menggeliat2 keenakan, tanganku meremas2 sprei ketika dia mulai menjilati nonok dan i tilku. Pahaku tanpa sengaja mengepit kepalanya dan rambutnya kujambak, aku mengejang lagi, aku nyampe sebelum dientot. Dia pinter banget merangsang napsuku. Aku telentang terengah2, sementara dia terus menjilati nonokku yang basah berlendir itu.

Dia bangun dan kembali mencium bibirku, dia menarik tanganku minta dikocok kontolnya. Dia merebahkan dirinya, aku bangkit menuju selangkangannya dan mulai mengemut kontolnya.

�Nes, kamu pinter banget sih�, dia memuji.

Cukup lama aku mengemut kon tolnya. Sambil mengeluar masukkan di mulutku,
kontolnya kuisep kuat2. Dia merem melek keenakan.

Kemudian aku ditelentangkan dan dia segera menindihku. Aku sudah mengangkangkan pahaku lebar2. Dia menggesek2kan kepala kontolnya di bibir nonokku, lalu dienjotkan masuk,

�Jok , enak�, erangku.

Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk pelan2 sampai akhirnya blees, kontolnya nancep semua di nonokku.

�Nes, nonokmu sempit banget, padahal barusan kemasukan kontol berkali2ya�, katanya.

�Tapi enak kan, abis kontol kamu gede dan panjang sampe nonok Ines kerasa sempit�, jawabku terengah.

Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat, bibirku diciumnya.

�Enak Jok, aah�, erangku keenakan.

enjotannya makin cepat dan keras, pinggulku sampe bergetar karenanya. Terasa nonokku mulai berkedut2,

�Jok lebih cepet dong, enak banget, Ines udah mau nyampe�, erangku.

�Cepet banget Nes, aku belum apa2?, jawabnya.

�Abisnya kon tol kamu enak banget sih gesekannya�, jawabku lagi.

enjotannya makin keras, setiap ditekan masuk amblesnya dalem banget rasanya. Itu menambah nikmat buat aku

�Terus Jok , enak�. Toketku diremas2 sambil terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk.

�Terus Jok , lebih cepat, aah, enak Jok, jangan brenti, aakh�� akhirnya aku mengejang, aku nyampe, nikmat banget rasanya. Padahal dengan om Andi, aku udah nyampe 2 kali, nyampe kali ini masih terasa nikmat banget. Aku memeluk pinggangnya dengan kakiku, sehingga rasanya makin dalem kontolnya nancep. nonokku kudenyut2kan meremas kontolnya sehingga dia melenguh,

�Enak Nes, empotan nonok kamu hebat banget, aku udah mau ngecret, terus diempot Nes�, erangnya

sambil terus mengenjot nonokku. Akhirnya bentengnya jebol juga. Pejunya ngecret didalam nonokku, banyak banget kerasa nyemburnya

�Nes, aakh, aku ngecret Nes, nikmatnya nonok kamu�, erangnya. Dia menelungkup diatas badanku, bibirku diciumnya.

�Trima kasih ya Nes, kamu bikin aku nikmat banget�. Setelah kontolnya mengecil, dicabutnya dari nonokku dan dia berbaring disebelahku. Aku lemes banget walaupun nikmat sekali. Tanpa terasa aku tertidur disebelahnya.

Aku terbangun karena merasa ada jilatan di nonokku, ternyata om Andi yang masih pengen ngentotin aku lagi. kulihat kontolnya sudah ngaceng lagi. nonokku dijilatinya dengan penuh napsu. Pahaku diangkatnya keatas supaya nonokku makin terbuka.

�Om , nikmat banget mas jilatannya�, erangku.

Ngantukku sudah hilang karena rasa nikmat itu. Aku meremas2 toketku sendiri untuk menambah nikmatnya jilatan di nonokku. Pentilku kuplintir2 juga. Kemudian itilku diisep2nya sambil sesekali menjilati nonokku, menyebabkan nonokku sudah banjir lagi.

Aku menggelepar2 ketika i tilku diemutnya. Cukup lama itilku diemutnya sampai akhirnya kakiku dikangkangkan.

�Om, masukin dong om , Ines udah pengen dientot�, rengekku.

Dia langsung menindih tubuhku, kontolnya diarahkan ke nonokku. Begitu kepala kontolnya menerobos masuk,

�Yang dalem om , masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong om �, rengekku karena napsuku yang sudah muncak.

Dia langsung mengenjotkan kontolnya dengan keras sehingga sebentar saja kontolnya sudah nancap semuanya dinonokku. Kakiku segera melingkari pinggangnya sehingga kontolnya terasa masuk lebih dalem lagi.

�Ayo om , dienjot dong�, rengekku lagi.

Dia mulai mengenjot nonokku dengan cepat dan keras, uuh nikmat banget rasanya. enjotannya makin cepat dan keras, ini membuat aku menggeliat2 saking nikmatnya,

�Om , enak om , terus om , Ines udah mau nyampe rasanya�, erangku. Dia tidak menjawab malah mempercepat lagi enjotan kontolnya. Toketku diremas2nya, sampe akhirnya aku mengejang lagi,

�om enak, Ines nyampe om , aah�, erangku lemes.

Kakiku yang tadinya melingkari pinggangnya aku turunkan ke ranjang. Dia tidak memperdulikan keadaanku, kontolnya terus saja dienjotkan keluar masuk dengan cepat, napasnya sudah mendengus2. nonokku kudenyut2kan meremas kontolnya. Dia meringis keenakan.

�Nes, terus diempot Nes, nikmat banget rasanya. Terus empotannya biar om bisa ngecret Nes�, pintanya.

Sementara itu enjotan kon tolnya masih terus gencar merojok nonokku. Toketku kembali diremas2nya, pentilnya diplintir2nya.

�Om , Ines kepengin ngerasain lagi disemprot peju om �, kataku.

Terus saja kontolnya dienjotkan keluar masuk nonokku dengan cepat dan keras, sampai akhirnya,

�Nes, aku mau ngecret Nes, aah�, erangnya dan terasa semburan pejunya mengisi bagian terdalam nonokku. Nikmat banget rasanya disemprot peju anget. Dia ambruk dan memelukku erat2,

�Nes, nikmat banget deh ngen tot ama kamu�, katanya.

Setelah beristirahat sebentar, aku segera membersihkan diri dan berpakaian. Kami kembali ke Jakarta. Diperjalanan pulang aku hanya terkapar saja dikursi mobil. Lemes banget abis dien tot 2 cowok berkali2.

�Om, jangan lupa orbitin Ines ya�, kataku.

�Jangan kawatir, selama om masih bisa ngerasain empotan nonok kamu, pasti kamu melejit keatas deh. Bener gak Jok�, jawabnya.

Source: http://www.hamsterhead.info/2012/02/cerita-sex-cerita-model-seksi-digarap.html#ixzz1wQUeNoKp


Cerita Sex Menikmati KeIndahan Tubuh Sepupuku

 
Aku punya sepupu, tisi namanya.dia cantik, sexy, buah dadanya montok banget. Udah lama aku pengen nyobain dia. Sampai suatu ketika aku main dan nginap di rumahnya.

Siang itu pakde dan budeku pergi kondangan di luar kota. Aku yang kebetulan sedang nginap diminta untuk nemenin tisi. Tanpa pikir panjang aku iykan permintaan budeku.

Singkat kata akhirnya aku & tisi ngobrol di depan tivi. Gayanya yang cuek dengan celana pendek&tanktop memuat aku makin pengen. Perlahan penis ku mulai tegang, tapi aku pura-pura tenang aja. Ngobrol dengan tisi adalah kesmpatan terbaik buat memandangi bodi mulusnya. Apalagi waktu itu dia duduk di bawah sofa tempat aku duduk. Aku bebas memandangi paha putih tisi. Pelan2 aku condongkan badan ke depan, terlihatlah dua bukit tisi yang putih&bulat� nafasku mulai naik turun waktu aku sadar tisi nggak pake bra, dan asiknya dia nggak sadar aku pandangi kemolekannya karena dia serius nonton tivi.

Ketika film di tivi habis, tisi pamit tidur duluan karena udah malam. Aku pun masuk ke kamar tamu, gelisah bayangin indahnya buah dada tisi.Pasti enak banget buat diremas, disentuh dikenyot.Aku coba buat tidur, tenang tapi tetap nggak bisa. Bayangan dada dan paha tisi masih aja bikin nggak bisa tidur. Udah jam 2�nggak sadar aku udah 3 jam aku ga bisa tidur. Mana hujan deres lagi.

Akhirnya aku keluar kamar, mau bikin susu biar bisa tidur. Di lorong rumah, aku lihat pintu tisi sedikit terbuka. Iblis langsung menari-nari di pikiranku. Kesempatan! Pelan2 aku intip tisi. Ternyata dia udah tertidur pulas.Begitu pulas sampai nggak sadar celana pendeknya tersingkap sampai ke batas pangkal paha. Pelan2 aku buka pintu kamarnya,lalu masuk.

Mulus banget. Sintal. Buah dadanya gede. Cantik lagi. Tidur telentang seolah pasrah. Peniskupun spontan tegang. Aku lepaskan semua bajuku, ku dekati tisi.Aku nggak tahan lagi buat menyentuh buah dadanya.Pelan2 aku sentuh buah dada itu. Lembut banget. Tisi tidur pulas sampai dia nggak merasa ketika aku dengan sepelan mungkin menarik tali tanktopnya dan terlihatlah buah dadanya, gede, padat, putingnya coklat menantang�

Nggak tahan lagi aku tindih tisi yang segera terbangun kaget&meronta.Aku pegang dua tangannya sambil ciumi buah dadanya, jilati&hisap putingnya. Tisi meronta dan menjerit. Tapi derasnya hujan menelan suaranya. Aku yakin nggak akan ada yang dengar sehingga aku nggak peduli. Aku terus hisap&gigiti buah dada dan putingnya.Tissy terus meronta, tapi it malah membuatku makin terangsang. Aku rentangkan kakinya, lalu kugesek2 penisku ke pangkal pahanya yang ditutupi celana pendeknya itu. Dengan susah payah, akhirnya aku bisa melepas celana&celana dalam pinknya. Lalu kugesek2 penisku ke klitorisnya.

Tisi menangis&memohon-mohon agar aku lepaskan. Aku nggak peduli lagi. Terus aja kunikmati buah dadanya sambil menggesek penisku di klitorisnya. Nggak lama kemudian aku rasakan adan tisi menggeletar,tangisannya berubah jadi erangan lembut dan desahan ketika aku makin cepat&keras menggesekkan penisku ke klitorisnya. Aku bisa rasakan cairan memiawnya membasahi penisku. Ketika tisi semakin menggeletar dan merem melek, aku hunjamkan penisku ke lubang memiawnya. Tisi menjerit kesakitan&menangis lagi.

Oooh, nikmat banget ada di dalam tisi. Licin , anget, ketat banget. Aku tarik dorong penisku keluar masuk mmeknya. Tisi terus aja menangis&menjerit� tapi lama kelamaan jeritannya berganti lenguhan, erangan dan desahan walau dia terus aja meronta-ronta.

Nikmat banget. Ngent*t sambil hisap putingnya.Saking enaknya aku lengah dan tisi menendang aku samapai aku terjengkang. Dia berusaha lari, tapi aku lebih cepat dan kuat. Aku jambak rambutnya. Aku seret dia ke tempat tidur. Da berusaha menutupi buah dadanya dan berbalik sehingga posisinya tengkurap. Kebetulan! Aku tindih dia lalu kupentangkan kakinya& hunjamkan lagi penisku ke memiawnya sambil satu tanganku membekap mulutnya dan tangan yang lain meremas-remas buah dadanya. Aku pompa dia. Enak banget. Ayunanku seakan-akan mendarat di bantal empuk karena pantatnya ternyata besar dan lembut banget. Aku ciumi lehernya sambil terus memompa, membekap dan meremas-remas. Sampai kenikmatanku serasa di uun-ubun dan ooooooh, aku semprotkan air maniku di dalam memiaw tisi.

Puas menikmatinya aku tinggalkan saja tisi yag tertelungkup, lemas, menangis. Aku lihat air maniku mengalir keluar dari memiawnya yang indah itu.

Source: http://www.hamsterhead.info/2012/02/cerita-sex-menikmati-keindahan-tubuh.html#ixzz1wQThqC60

Cerita Sex Gadis Yang Bikin Penisku Bergairah

 Cerita Sex Dewasa Nana Gadis Penuh Gairah

Belum lama ini aku kembali bertemu Nana (bukan nama sebenarnya). Ia kini sudah berkeluarga dan sejak menikah tinggal di Palembang. Untuk suatu urusan keluarga, ia bersama anaknya yang masih berusia 6 tahun pulang ke Yogya tanpa disertai suaminya. Nana masih seperti dulu, kulitnya yang putih, bibirnya yang merah merekah, rambutnya yang lebat tumbuh terjaga selalu di atas bahu. Meski rambutnya agak kemerahan namun karena kulitnya yang putih bersih, selalu saja menarikdipandang, apalagi kalau berada dalam pelukan dan dielus-elus. Perjumpaan di Yogya ini mengingatkan peristiwa sepuluh tahun lalu ketika ia masih kuliah di sebuah perguruan tinggi ternama di Yogya. Selama kuliah, ia tinggal di rumah bude, kakak ibunya yang juga kakak ibuku. Rumahku dan rumah bude agak jauh dan waktu itu kami jarang ketemu Nana.

Aku mengenalnya sejak kanak-kanak. Ia memang gadis yang lincah, terbuka dan tergolong berotak encer. Setahun setelah aku menikah, isteriku melahirkan anak kami yang pertama. Hubungan kami rukun dan saling mencintai. Kami tinggal di rumah sendiri, agak di luar kota. Sewaktu melahirkan, isteriku mengalami pendarahan hebat dan harus dirawat di rumah sakit lebih lama ketimbang anak kami. Sungguh repot harus merawat bayi di rumah. Karena itu, ibu mertua, ibuku sendiri, tante (ibunya Nana) serta Nana dengan suka rela bergiliran membantu kerepotan kami. Semua berlalu selamat sampai isteriku diperbolehkan pulang dan langsung bisa merawat dan menyusui anak kami.

Hari-hari berikutnya, Nana masih sering datang menengok anak kami yang katanya cantik dan lucu. Bahkan, heran kenapa, bayi kami sangat lekat dengan Nana. Kalau sedang rewel, menangis, meronta-ronta kalau digendong Nana menjadi diam dan tertidur dalam pangkuan atau gendongan Nana. Sepulang kuliah, kalau ada waktu, Nana selalu mampir dan membantu isteriku merawat si kecil. Lama-lama Nana sering tinggal di rumah kami. Isteriku sangat senang atas bantuan Nana. Tampaknya Nana tulus dan ikhlas membantu kami. Apalagi aku harus kerja sepenuh hari dan sering pulang malam. Bertambah besar, bayi kami berkurang nakalnya. Nana mulai tidak banyak mampirke rumah. Isteriku juga semakin sehat dan bisa mengurus seluruh keperluannya. Namun suatu malam ketika aku masih asyik menyelesaikan pekerjaan di kantor, Nana tiba-tiba muncul.

�Ada apa Na, malam-malam begini.�
�Mas Danu, tinggal sendiri di kantor?�
�Ya, Dari mana kamu?�
�Sengaja kemari.�
Nana mendekat ke arahku. Berdiri di samping kursi kerja. Nana terlihat mengenakan rok dan T-shirt warna kesukaannya, pink. Tercium olehku bau parfum khas remaja.

�Ada apa, Nana?�
�Mas.. aku pengin seperti Mbak Tari.�
�Pengin? Pengin apanya?� Nana tidak menjawab tetapi malah melangkah kakinya yang putih mulus hingga berdiri persis di depanku. Dalam sekejap ia sudah duduk di pangkuanku.
�Nana, apa-apaan kamu ini..� Tanpa menungguku selesai bicara, Nana sudah menyambarkan bibirnya di bibirku dan menyedotnya kuat-kuat. Bibir yang selama ini hanya dapat kupandangi dan bayangkan, kini benar-benar mendarat keras. Kulumanya penuh nafsu dan nafas halusnya menyeruak. Lidahnya dipermainkan cepat dan menari lincah dalam rongga mulutku. Ia mencari lidahku dan menyedotnya kuat-kuat. Aku berusaha melepaskannya namun sandaran kursi menghalangi. Lebih dari itu, terus terang ada rasa nikmat setelah berbulan-bulan tidak berhubungan intim dengan isteriku. Nana merenggangkan pagutannya dan katanya, �Mas, aku selalu ketagihan Mas. Aku suka berhubungan dengan laki-laki, bahkan beberapa dosen telah kuajak beginian. Tidak bercumbu beberapa hari saja rasanya badan panas dingin. Aku belum pernah menemukan laki-laki yang pas.�

Kuangkat tubuh Nana dan kududukkan di atas kertas yang masih berserakan di atas meja kerja. Aku bangkit dari duduk dan melangkah ke arah pintu ruang kerjaku. Aku mengunci dan menutup kelambu ruangan.
�Na.. Kuakui, aku pun kelaparan. Sudah empat bulan tidak bercumbu dengan Tari.�
�Jadikan aku Mbak Tari, Mas. Ayo,� kata Nana sambil turun dari meja dan menyongsong langkahku.
Ia memelukku kuat-kuat sehingga dadanya yang empuk sepenuhnya menempel di dadaku. Terasa pula penisku yang telah mengeras berbenturan dengan perut bawah pusarnya yang lembut. Nana merapatkan pula perutnya ke arah kemaluanku yang masih terbungkus celana tebal. Nana kembali menyambar leherku dengan kuluman bibirnnya yang merekah bak bibir artis terkenal. Aliran listrik seakan menjalar ke seluruh tubuh. Aku semula ragu menyambut keliaran Nana. Namun ketika kenikmatan tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuh, menjadi mubazir belaka melepas kesempatanini.

�Kamu amat bergairah, Nana..� bisikku lirih di telinganya.
�Hmm.. iya.. Sayang..� balasnya lirih sembari mendesah.
�Aku sebenarnya menginginkan Mas sejak lama.. ukh..� serunya sembari menelan ludahnya.
�Ayo, Mas.. teruskan..�
�Ya Sayang. Apa yang kamu inginkan dari Mas?�
�Semuanya,� kata Nana sembari tangannya menjelajah dan mengelus batang kemaluanku. Bibirnya terus menyapu permukaan kulitku di leher, dada dan tengkuk. Perlahan kusingkap T-Shirt yang dikenakannya. Kutarik perlahan ke arah atas dan serta merta tangan Nana telah diangkat tanda meminta T-Shirt langsung dibuka saja. Kaos itu kulempar ke atas meja. Kedua jemariku langsung memeluknya kuat-kuat hingga badan Nana lekat ke dadaku. Kedua bukitnya menempel kembali, terasa hangat dan lembut. Jemariku mencari kancing BH yang terletak di punggungnya. Kulepas perlahan, talinya, kuturunkan melalui tangannya. BH itu akhirnya jatuh ke lantai dan kini ujung payudaranya menempel lekat ke arahku. Aku melorot perlahan ke arah dadanya dan kujilati penuh gairah. Permukaan dan tepi putingnya terasa sedikit asin oleh keringat Nana, namun menambah nikmat aroma gadis muda.

Tangan Nana mengusap-usap rambutku dan menggiring kepalaku agar mulutku segera menyedot putingnya. �Sedot kuat-kuat Mas, sedoott..� bisiknya. Aku memenuhi permintaannya dan Nana tak kuasa menahan kedua kakinya. Ia seakan lemas dan menjatuhkan badan ke lantai berkarpet tebal. Ruang ber-AC itu terasa makin hangat. �Mas lepas..� katanya sambil telentang di lantai. Nana meminta aku melepas pakaian. Nana sendiri pun melepas rok dan celana dalamnya. Aku pun berbuat demikian namun masih kusisakan celana dalam. Nana melihat dengan pandangan mata sayu seperti tak sabar menunggu. Segera aku menyusulnya, tiduran di lantai. Kudekap tubuhnya dari arah samping sembari kugosokkan telapak tanganku ke arah putingnya. Nana melenguh sedikit kemudian sedikit memiringkan tubuhnya ke arahku. Sengaja ia segera mengarahkan putingnya ke mulutku.

�Mas sedot Mas.. teruskan, enak sekali Mas.. enak..� Kupenuhi permintaannya sembari kupijat-pijat pantatnya. Tanganku mulai nakal mencari selangkangan Nana. Rambutnya tidak terlalu tebal namun datarannya cukup mantap untuk mendaratkan pesawat �cocorde� milikku. Kumainkan jemariku di sana dan Nana tampak sedikit tersentak. �Ukh.. khmem.. hss.. terus.. terus,� lenguhnya tak jelas. Sementara sedotan di putingnya kugencarkan, jemari tanganku bagaikan memetik dawai gitar di pusat kenikmatannya. Terasa jemari kanan tengahku telah mencapai gumpalan kecil daging di dinding atas depan vaginanya, ujungnya kuraba-raba lembut berirama. Lidahku memainkan puting sembari sesekali menyedot dan menghembusnya. Jemariku memilin klitoris Nana dengan teknik petik melodi.

Nana menggelinjang-gelinjang, melenguh-lenguh penuh nikmat. �Mas.. Mas.. ampun.. terus, ampun.. terus ukhh..� Sebentar kemudian Nana lemas. Namun itu tidak berlangsung lama karena Nana kembali bernafsu dan berbalik mengambil inisitif. Tangannya mencari-cari arah kejantananku. Kudekatkan agar gampang dijangkau, dengan serta merta Nana menarik celana dalamku. Bersamaan dengan itu melesat keluar pusaka kesayangan Tari. Akibatnya, memukul ke arah wajah Nana. �Uh.. Mas.. apaan ini,� kata Nana kaget. Tanpa menunggu jawabanku, tangan Nana langsung meraihnya. Kedua telapak tangannya menggenggam dan mengelus penisku.

�Mas.. ini asli?�
�Asli, 100 persen,� jawabku.
Nana geleng-geleng kepala. Lalu lidahnya menyambar cepat ke arah permukaan penisku yang berdiameter 6 cm dan panjang 19 cm itu, sedikit agak bengkok ke kanan. Di bagian samping kanan terlihat menonjol aliran otot keras. Bagian bawah kepalanya, masih tersisa sedikit kulit yang menggelambir. Otot dan gelambiran kulit itulah yang membuat perempuan bertambah nikmat merasakan tusukan senjata andalanku.

�Mas, belum pernah aku melihat penis sebesar dan sepanjang ini.�
�Sekarang kamu melihatnya, memegangnya dan menikmatinya.�
�Alangkah bahagianya MBak Tari.�
�Makanya kamu pengin seperti dia, kan?�
Nana langsung menarik penisku. �Mas, aku ingin cepat menikmatinya. Masukkan, cepat masukkan.�
Nana menelentangkan tubuhnya. Pahanya direntangkannya. Terlihat betapa mulus putih dan bersih. Diantara bulu halus di selangkangannya, terlihat lubang vagina yang mungil. Aku telah berada di antara pahanya. Exocet-ku telah siap meluncur. Nana memandangiku penuh harap.

�Cepat Mas, cepat..�
�Sabar Nana. Kamu harus benar-benar terangsang, Sayang..�
Namun tampaknya Nana tak sabar. Belum pernah kulihat perempuan sekasar Nana. Dia tak ingin dicumbui dulu sebelum dirasuki penis pasangannya. �Cepat Mas..� ajaknya lagi. Kupenuhi permintaannya, kutempelkan ujung penisku di permukaan lubang vaginanya, kutekan perlahan tapi sungguh amat sulit masuk, kuangkat kembali namun Nana justru mendorongkan pantatku dengan kedua belah tangannya. Pantatnya sendiri didorong ke arah atas. Tak terhindarkan, batang penisku bagai membentur dinding tebal. Namun Nana tampaknya ingin main kasar. Aku pun, meski belum terangsang benar, kumasukkan penisku sekuat dan sekencangnya. Meski perlahan dapat memasukirongga vaginanya, namun terasa sangat sesak, seret, panas, perih dan sulit. Nana tidak gentar, malah menyongsongnya penuh gairah.

�Jangan paksakan, Sayang..� pintaku.
�Terus. Paksa, siksa aku. Siksa.. tusuk aku. Keras.. keras jangan takut Mas, terus..� Dan aku tak bisa menghindar. Kulesakkan keras hingga separuh penisku telah masuk. Nana menjerit, �Aouwww.. sedikit lagi..� Dan aku menekannya kuat-kuat. Bersamaan dengan itu terasa ada yang mengalir dari dalam vagina Nana, meleleh keluar. Aku melirik, darah.. darah segar. Nana diam. Nafasnya terengah-engah. Matanya memejam. Aku menahan penisku tetap menancap. Tidak turun, tidak juga naik. Untuk mengurangi ketegangannya, kucari ujung puting Nana dengan mulutku. Meski agak membungkuk, aku dapat mencapainya. Nana sedikit berkurang ketegangannya.

Beberapa saat kemudian ia memintaku memulai aktivitas. Kugerakkan penisku yang hanya separuh jalan, turun naik dan Nana mulai tampak menikmatinya. Pergerakan konstan itu kupertahankan cukup lama. Makin lama tusukanku makin dalam. Nana pasrah dan tidak sebuas tadi. Ia menikmati irama keluar masuk di liang kemaluannya yang mulai basah dan mengalirkan cairan pelicin. Nana mulai bangkit gairahnya menggelinjang dan melenguh dan pada akhirnya menjerit lirih, �Uuuhh.. Mas.. uhh.. enaakk.. enaakk.. Terus.. aduh.. ya ampun enaknya..� Nana melemas dan terkulai. Kucabut penisku yang masih keras, kubersihkan dengan bajuku. Aku duduk di samping Nana yang terkulai.

�Nana, kenapa kamu?�
�Lemas, Mas. Kamu amat perkasa.�
�Kamu juga liar.�

Nana memang sering berhubungan dengan laki-laki. Namun belum ada yang berhasil menembus keperawanannya karena selaput daranya amat tebal. Namun perkiraanku, para lelaki akan takluk oleh garangnya Nana mengajak senggama tanpa pemanasan yang cukup. Gila memang anak itu, cepat panas.

Sejak kejadian itu, Nana selalu ingin mengulanginya. Namun aku selalu menghindar. Hanya sekali peristiwa itu kami ulangi di sebuah hotel sepanjang hari. Nana waktu itu kesetanan dan kuladeni kemauannya dengan segala gaya. Nana mengaku puas.

Setelah lulus, Nana menikah dan tinggal di Palembang. Sejak itu tidak ada kabarnya. Dan, ketika pulang ke Yogya bersama anaknya, aku berjumpa di rumah bude.
�Mas Danu, mau nyoba lagi?� bisiknya lirih.
Aku hanya mengangguk.
�Masih gede juga?� tanyanya menggoda.
�Ya, tambah gede dong.�
Dan malamnya, aku menyambangi di hotel tempatnya menginap. Pertarungan pun kembali terjadi dalam posisi sama-sama telah matang.
�Mas Danu, Mbak Tari sudah bisa dipakai belum?� tanyanya.
�Belum, dokter melarangnya,� kataku berbohong.
Dan, Nana pun malam itu mencoba melayaniku hingga kami sama-sama terpuaskan.

Source: http://www.hamsterhead.info/2012/02/cerita-sex-gadis-yang-bikin-penisku.html#ixzz1wQSrl8gY

Cerita Hot : Puncak Birahi Threesome



Bagaimana Cerita Hot : Puncak Birahi Threesome ini adalah pengalaman threesome atau swing bersama rekannya. bagi anda pecinta perilaku atau yang ingin mengetahui perilaku threesome atau swing, berikut cerita dewasa seks "puncak birahi threesome' selengkapnya :

Aku dan isteri melakukan threesome untuk yang pertama kalinya dengan salah seorang rekan cowok yang kebetulan satu kota dengan ku. Teman tersebut mengajak ku untuk swing. Tentu saja ku sambut tawaran itu. Maklum sebenarnya swinglah yang aku ingin kan untuk pertama kalinya. Namun ada yang harus kami lakukan sebelum melaksanakan swing, yakni mengatur strategi untuk mengajak Ida (nama isteri rekan ini). Sebab Ida tidak pernah melakukan 3some ataupun swing.

Nah lo�! Ada PR untuk aku. Sedangkan dari isteri ku, aku sangat yakin bahwa isteri ku akan bersedia, meski aku tahu bakalan ada syaratnya yakni lawan �main� nya adalah yang sesuai dengan selera isteri ku. I am The lucky man. Dibalik kecantikan wajahnya dan kemolekan tubuhnya, tersimpan segudang hasrat untuk melakukan variasi sex yang luar biasa. Yah�tentu saja semuanya berkat kegigihan ku untuk membujuknya meski butuh waktu 1 tahun lebih.

Strategi pun kami dapatkan setelah bermusyawarah ( Emangnya cuman anggota dewan aja yang bermusyawarah ) antara aku, isteri ku dan rekan ini. Isteri ku nakal juga ya. Awas gak boleh ngeledek. Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, mobil yang kami tumpangi pun berjalan di tengah keramaian kota pada malam hari. Tujuan pertama adalah menitipkan kedua orang anak kami sama eyangnya. ( Itulah gunanya eyang.
Selanjutnya kami berempat menuju sebuah hotel bintang 3. Bukan check in lo, tapi ke ruangan karaoke. Kalau langsung check in, ntar skenarionya jadi buyar. Dengan sabarnya, operator mengajarkan kepada kami bagaimana cara menyetel lagu2. Selesai ! Operator pun keluar dari ruangan. Minuman pun sudah tersedia. Gak ada alkohol-an, maklum kami orang baik-baik. Aksi pun kami jalankan.

Usai menyanyikan 2 buah lagu, aku mulai aksi ku dengan mencium kening isteri ku tercinta di depan rekan ini dan Ida isteri nya. Sejurus kemudian ciuman ku turun ke pipi. Ciuman berikutnya mendarat di bibir isteri ku. Kami pun saling melumat, saling jilat, saling raba. Tapi gak bisa lebih, sebab isteri ku lagi datang bulan. Terdengar desahan isteri ku disela-sela suara musik. Kayaknya isteri ku sengaja mengeraskan desahannya agar Ida jadi ikutan terangsang. Benar saja, beberapa menit kemudian rekan ini terlihat sudah melumat bibir isteri tercintanya. Rencana pertama berjalan dengan mulus. Selanjutnya rekan ini mengajak isteri ku untuk berdansa berdua di depan layar meski aliran musiknya adalah music Pop.

Dicocok-cocok kan aja gitu. Rekan ini memeluk isteri ku dengan hangatnya. Begitu juga isteri ku turut memeluk rekan ini. Sesekali pipi mereka bersentuhan cukup lama. Terkadang hidung mereka yang bersentuhan. Entah apa yang ada di fikiran mereka. Meski remang-remang, tapi terlihat mereka saling bertatapan. Sementara aku dan Ida hanya duduk di sofa memperhatikan mereka berdua. Meski ragu-ragu aku pun mencoba duduk agak lebih dekat dengan Ida dan mengajak nya ngobrol. Jujur saja, aku belum berani untuk menyentuhnya.

Setelah beberapa lama kami ngobrol, pandangan ku pun beralih ke isteri ku tercinta. Woouww�!!!! Ternyata isteri ku sudah menanggalkan baju kaos seksi nya. Aku kehilangan momen untuk menyaksikan saat-saat isteri ku melepaskan bajunya dihadapan laki-laki lain. Padahal itulah momen yang paling aku nantikan. Karena birahi ku bisa bangkit dibuatnya. Tapi ya sudah, mau bilang apa lagi. Sekarang Isteri ku hanya mengenakan bra warna hitam dan celana jeans ketatnya saja. Isteri ku yang tidak berperut dengan pantat yang indah serta kulitnya yang lembut tampak begitu mempesona. Terlebih lagi melihat ia sedang dalam pelukan laki-laki lain sambil berdiri.

Aku jadi terangsang juga melihatnya. Ku ajak Ida untuk ikut berdansa. Syukur ia mau. Ku peluk Ida erat-erat. Ku coba melepaskan bajunya. Lagi-lagi ia tidak keberatan. Kini ia sudah sama dengan isteri ku, tidak memakai baju. Ku alihkan pandangan ku ke isteri ku. Ya ampun, aku kehilangan satu momen lagi. Ternyata isteri ku sudah melepas bra nya pula. Siapakah yang melepaskannya, isteri ku sendiri, atau lelaki yang memeluknya ? Mereka masih tetap berpelukan sambil berdansa. Sesekali lelaki ini meremas-remas payudara isteri ku bahkan menjilatinya. Isteri ku tampak menggelinyang menahan rasa nikmat yang timbul pada dirinya.
Aku tidak mau ketinggalan, kini aku sudah berani melepaskan bra Ida. Click�satu petikan saja bra hitam itu pun berhasil aku lepaskan. Mulai ku remas-remas sepasang payudara milik Ida. Ku putar-putar puttingnya, sesekali ku jilat. Sejurus kemudian aku telah melumat bibir Ida. Ku mainkan lidah ku didalam rongga mulut isteri orang. Meski tidak mendesah, ia tetap membalas lumatan ku. Lidah kami saling beradu hingga menimbulkan getaran-getaran yang penuh nikmat.

Tiba-tiba rekan ini melepaskan pelukannya dari isteri ku untuk selanjutnya melayani isterinya sendiri. Tentu saja aku mundur dan beralih memeluk isteri ku sendiri. Bibir kami pun saling melumat. Tangan isteri ku mulai meremas-remas batang kemaluanku yang sudah mengeras dari luar celana ku. Ku bimbing isteri ku tercinta untuk melayani ku di atas sofa. Dengan cekatan isteri ku mulai melepaskan satu persatu semua pakaian yang aku kenakan.
Aku duduk diatas sofa, sedang istri ku mengambil posisi jongkok di lantai dan siap untuk mengulum k****l ku. Slurrppp�..! k****l ku kini sudah berada didalam mulut isteri ku. Dengan nakalnya ia mulai menggerakkan kepalanya turun naik. Tentu saja aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Terkadang isteri ku menjilat-jilat batang kemaluanku hingga ke pangkalnya seperti sedang menjilat es krim. Ditempelkannya bibirnya ke kepala k****l ku, sejenak kemudian tangan kanannya mengocok-ngocok k****l ku seakan-akan meminta aku untuk menumpahkan air mani ku di mulutnya. Sedangkan tangan kirinya memainkan putting susu ku. Woww�nikmatnya luar biasa.
Beralih ke rekan ini. Mereka telah berada di atas sofa. Sang isteri duduk diatas sofa, sementara sang suami jongkok tepat menghadap memek isteri nya. Dengan leluasanya ia mulai menyantap �hidangan� yang disajikan isterinya. Sang isteri tampak menikmati setiap sentuhan yang diciptakan oleh suaminya. Puas melakukan oral, tanpa dikomandoi, Ida pun mengambil posisi menyandar di sofa dan membuka lebar-lebar kedua pahanya sebagai tanda mempersilahkan �masuk�. Blesss�dalam sekejap saja k****l lelaki ini telah berada didalam lubang kenikmatan isteri nya.
Sementara aku hanya bisa puas dengan kuluman isteri ku saja sambil meremas-remas payudara isteri ku. Maklum, lagi datang bulan. He..he. Meski demikian aku tetap bisa merasakan kenikmatan yang diberikan isteri ku. Benar-benar hebat isteri ku. Rekan ini mulai memompa tubuh isteri nya. Cepat sekali gerakannya, maklum sudah 20 tahun menikah. Jadi sudah hafal diluar kepala. Hua..hua..hua.

Kisah Mengharukan Sinar Bocah Berumur 6 Tahun

http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/sinar-dan-ibunya.jpg


Sinar namanya. Bocah berumur enam tahun tersebut juga menjadi sinar bagi sang bunda. Membantu memindahkan ibunya yang lumpuh menjadi keseharian Sinar. Penuh kasih sayang Sinar mengurus ibunya.

Membantu memindahkan ibunya yang lumpuh menjadi keseharian Siar. Hidup Murni juga tergantung pada sang anak. Makan, minum, mandi, hingga buang air.

 Sudah dua tahun Murni lumpuh karena terjatuh. Sejak itu pula hidupnya tergantung pada sang anak. Makan, minum, mandi, hingga buang air. Memasak nasi untuk sang ibu sudah pasti jadi tugas Sinar. Hanya nasi. Tidak ada lauk apa pun. Simpati tetangga dan kerabat terkadang menguatkan Sinar dan ibunya menghadapi hidup.

Bocah kelas satu sekolah dasar ini bahkan kerap terlambat ke sekolah karena harus mengurus ibunya. Sinar adalah bungsu dari enam bersaudara. Lima kakaknya yang juga belum dewasa tinggal terpisah. Mereka menjadi pembantu rumah tangga. Ini terpaksa dilakukan karena masalah ekonomi.

Sementara sang ayah sudah sekian tahun merantau ke Malaysia. "Tidak pernah kirim surat," kata Murni, baru-baru ini, mengenai suaminya yang merantau ke Malaysia. Hanya album foto-foto keluarga yang jadi pengobat rindu pada anak-anak dan sang suami.

Rumah Murni di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pernah ramai saat pemilihan umum lalu. Poster dan foto-foto calon legislatif masih menempel di mana-mana. Pemilu usai, Sinar dan ibunya pun terlupakan. Tapi Sinar selalu ada di sini. Ia menerangi rumah ini.

ya ALLAH .. nangis gan ....

sudah kah kita menghormati, membantu, dan menyenangkan IBU kita ???
hamsterhead.info - bahagiakanlah orang tua kita

Source: http://www.hamsterhead.info/2011/08/kisah-mengharukan-sinar-bocah-berumur-6.html#ixzz1wQQBUxC4

20 Hal Yang Bisa Menghancurkan Diri Sendiri



Dari buku Personality Plus, bisa disimpulkan kira-kira ada 20 sifat yang bisa menghancurkan diri sendiri, yaitu:

1. Bashful
Sering menghindari perhatian karena malu
2. Unforgiving
Sulit melupakan sakit hati atas ketidakadilan yang dialami, biasa mendendam


3. Resentful
Sering memendam rasa tidak senang akibat tersinggung oleh fakta/khayalannya


4. Fussy
Bersikeras minta perhatian besar pada perincian/hal yang sepele
5. Insecure
Sering merasa sedih/cemas/takut/kurang kepercayaan


6. Unpopular
Suka menuntut orang lain untuk sempurna sesuai keinginannya


7. Hard to please
Suka menetapkan standar yang terlalu tinggi yang sulit dipenuhi oleh orang lain
8. Pessimistic
Sering melihat sisi buruk lebih dulu pada situasi apapun


9. Alienated
Sering merasa terasing/tidak aman, takut jangan-jangan tidak disenangi orang lain


10. Negative attitude
Jarang berpikir positif, sering cuma melihat sisi buruk/gelap setiap situasi
11. Withdrawn
Sering lama-lama menyendiri/menarik diri/mengasingkan diri


12. Too sensitive
Terlalu introspektif/ingin dipahami, mudah tersinggung kalau disalahpahami


13. Depressed
Hampir sepanjang waktu merasa tertekan
14. Introvert
Pemikiran & perhatiannya ditujukan ke dalam, hidup di dalam diri sendiri


15. Moody
Semangatnya sering merosot drastis, apalagi kalo merasa tidak dihargai


16. Skeptical
Tidak mudah percaya, mempertanyakan motif di balik kata-kata
17. Loner
Memerlukan banyak waktu pribadi, cenderung menghindari orang lain


18. Suspicious
Suka curiga/tidak percaya kata-kata orang lain


19. Revengeful
Sadar/tidak sadar sering menahan perasaan, menyimpan dendam, ingin membalas
20. Critical
Suka mengevaluasi/menilai/berpikir/mengkritik secara negatif

Source: http://www.hamsterhead.info/2012/05/20-hal-yang-bisa-menghancurkan-diri.html#ixzz1wQPLHl3T

Cerita Dewasa Seks Ngentot di Apartement

 Cerita Dewasa Seks Ngentot di Apartement Cerita Dewasa Seks Ngentot di Apartement berawal ketika Suatu pagi di apartement Prima Aku terbangun dengan malas, suara langkah kaki di ruangan tidak akan membiarkan aku tidur sementara ia kembali
Cerita Dewasa Seks Ngentot di Apartement
Mau ke mana aku bertanya saat menemani keluar dia dari tempat tidur ke kamar mandi?

Saya harus pergi bekerja dan berias buru buru terlambat sambil berkata di depan cermin.

Tampilan dia dari belakang dengan tubuhnya yg ramping mengenakan jeans dan kemeja biru, buka dari belakang dengan kedua tangan dan mulai memijat sendiri payudaranya.

Anda memiliki beberapa menit, aku berjanji untuk membuatnya bermanfaat

Dia menggigit bibir bawahnya saat menggosok payudara kecil saat ia mengusap pinggul saya perlahan lahan di keledai seolah olah ia penetrasi.

Maaf, aku terlambat sayang

Dia berbalik dan memberiku ciuman dengan lidah sedikit dan kemudian mendorong saya untuk mengambil dompetnya.

Ambil mandi dan mengubah apa pun yang Anda inginkan, jadi aku akan kembali agak terlambat tidak perlu menunggu

Oke, bye Prima

Mengirimi saya selamat tinggal ciuman dan berkata, meninggalkan aku merasa seperti aku mendesah dengan keinginan seks kecil, Prima dan aku kuliah di tempat yang sama walau semester saya jauh dengan dia, Saya sangat malu bertemu orang orang baru tetapi sekali yang ada hubungannya dengan wanita dan seks menemukan bahwa hambatan saya sedikit. Prima tahu juga berkat seorang teman Alejandra menyeretku ke pesta seks, aku ada di sana dengan Prima untuk sementara dan memberi saya telepon tapi belum menghubungi karena saya menyerah musim liburan ini.

Suatu hari aku memutuskan untuk mengirim pesan dan hal hal yang terjadi dan beberapa hari setelah kami telah sepakat janji, janji itu pendek di bar dan setelah beberapa minuman berakhir di apartemennya. Kita buang saja di atasku, membelai dan ciuman yang liar dan cepat, mendorongnya ke dinding dan menurunkan rok ke bawah celana dalamnya dalam satu gerakan, dia membuka kancing celana saya dan mendapatkannya dengan sangat cepat.

Dia menjerit dan mendesah, apartemennya cukup kecil, ruangan itu pintu masuk dan lebih dari itu adalah tempat mandi dan dua kamar, satu ditutup dan yang lainnya kamarnya.

Tapi aku tidak tahu bagaimana mengambil dan menarik keras di tempat tidur, lelah dan kemudian fuck liar melemparkan kita di tempat tidur terengah engah, setelah beberapa saat aku mulai melakukan pijat dan mendapat mengangkang di belakangnya.

pijat paha dan bokong dan kemudian membuka sedikit menembus anusnya dengan lembut. Dia mengerang kenikmatan diselingi dengan pijat, saya menyadari saya telah memar dan memar di berbagai bagian tubuh

Tapi cerita ini bukan tentang Prima tetapi apa yang terjadi kemudian, ketika di apartemennya karena ia telah memutuskan untuk tidak tinggal lebih lama, saya akan mandi dan kemudian berpakaian. Saya meninggalkan kamarnya, aku berlari ke kamar mandi ketika pintu membuka pintu berikutnya, saya terkesan dengan suatu kedua dan saya pikir saya sendirian di depan dan hal pertama yang saya perhatikan adalah bahwa hanya membawa petinju saya posisi.

Ruangan datang seorang wanita yang tampak sama terkejut bahwa aku bisa melihat bagaimana beberapa 30 tahun, itu sangat bagus namun beberapa keriput dan ia mulai skor, tipis dan memiliki beberapa kurva berbahaya dan juga ditandai, tubuhnya indah, payudara membesar mereka besar, perusahaan dan pinggulnya adalah lebar.

Aku hanya setengah telanjang dibungkus handuk, aku tinggal dengan mulut terbuka saat ia menatap ke atas dan ke bawah, mengoceh sesuatu, tapi ia tampaknya bertekad cara Cando kepada saya.

Saya pikir Prima sudah pergi, tapi sepertinya aku meninggalkan hadiah

Saya tidak melihat ereksi saya sampai dia menatap tonjolan di bawah petinju saya, dimulai dan di bawah Boxer gerakan, anggota saya di depannya yang tampak dengan nafsu mengambil dalam tangan mereka.

Tidak mengerti apa yang terjadi, aku benar benar shock, tangannya menuruni kulit penisku, bibirnya akan melalui ujungnya, adalah seorang profesional, saya menggunakan sejumlah perempuan telah melakukan mastrubasi tapi kali ini saya sangat gembira.

Dia meletakkan salah satu bola saya dalam mulut Anda dan bermain dengan dia dengan lidahnya, aku berdiri di sana seperti 5 menit sementara saya bekerja, memiliki mata terpejam dan tangan pada kesenangan mengerutkan kepala.

Saat itulah ia mulai menggunakan ujung lidah pada kepala penis saya, itu hanya ujungnya tapi berlari menyentuh setiap titik sensitif dan tanpa berpikir aku merasa seperti aku datang ke dalamnya, tapi hanya ingin mengatakan sesuatu keluar terkesiap dari saya belum ia tampak siap.

Aku mengambil bola saya keras dan sedikit dipisahkan dari tubuh saya dengan tangan lain sambil menekan dasar anggota yang membuat saya merasa sedikit rasa sakit dan tiba tiba pendek prematur. Saya tidak mengerti apa yang terjadi tapi membawa saya ingin datang ke saya sebagai dia tersenyum padaku.

Belum sayang, yang terbaik adalah

Dia melepas handuk, meninggalkan tubuh patung di udara, payudara besar dan puting telanjang gagah. Dia mengangkat kedua tangannya dan menutupi penis saya di antara mereka, saya memiliki mengerang untuk melarikan diri karena dia tersenyum dengan bibirnya tebal dan seksi.

Oh ya, bayi Anda seperti itu benar?

Dia pindah payudaranya dan masturbasi setiap kali dia mendekati aku mencium ujung ekstremitas dengan bibirnya. Tidak bertahan lebih lama saat dingin berlari melalui saya, penisku kejang kejang dan kemudian saya datang langsung ke dia.

Aku merasa malu untuk melakukan hal ini, putar untuk mencari dan melihat bahwa ia mengambil dengan satu tangan, saya pikir saya gila dan saya akan klaim, tetapi mengambil sedikit dengan tangannya dan membawanya ke mulut sensual mengusap jari jarinya pada bahasa

Kau anak nakal, hal ini tidak dilakukan,

Apakah dibersihkan dengan handuk dan kemudian dia menelepon telepon, kami bertasbih dan kemudian dengan tersenyum ia berbalik dan membungkuk di atas sofa yang telah kembali untuk kita mengangkat telepon. Sementara ia berbicara mata saya dipindai tubuhnya, kakinya yang panjang dan pantat bulat, berada dalam kondisi sangat baik, kakinya kuat dan punggungnya sedikit ditandai.

Dengarkan berbicara seseorang, usaha sejak Prima sedang berbicara tentang sesuatu untuk membawa ke rumah, aku mendekati mengambil pinggul dan pantat sementara ia naik pihaknya terus telepon dan bertanya padaku.

Apa yang kamu lakukan?

Saya melakukan pembicaraan lebih menyenangkan

anggota saya dan mendapatkan kekuatan ketika lutut sedikit membuka kakinya dan mulai menggosok penis saya pada bibirnya, kehangatan banjir saat aku merasa betapa basah aku.

Ya Tuhan � ya, aku di sini, terus berbicara di telepon sementara kami satu sama lain, saya melihat bahwa ia harus menekan non merengek, aku memutuskan untuk memiliki terkena mereka mengerang dan Prima . Itu adalah ide yang gila tapi aku memukul baik pada saat itu, menunjuk ke seks dan perlahan lahan menembus.

Saya melihat bagaimana menekan telepon ketika mencoba untuk mengendalikan masuk dan lagi perlahan lahan menikmati sebagai berusaha untuk tidak membuat suara apapun, mulai sampai kecepatan penetrasi dan itu membuatnya menggigit ibu jarinya sementara masih mendengarkan Prima di sisi lain telepon.

Aha � siapa? Ya, masih di sini � Saya katakan � selamat tinggal

Menggantung di saat saya merilis mengerang panjang, bangun, meninggalkan setengah pantatnya sementara aku membungkuk saya hampir berhenti keluar.

Prima berkata � oh �god

Dengan satu tangan saya mulai meremas payudara dan jari tengah yang lain mengelus clitorisnya tepat di atas mana ia penetrasi. diapun mulai berjabat tangan terjadi pada pantat saya menekan tubuhnya. Akan menembus ke bawah dengan punggungnya melengkung saat aku datang di dalam dirinya, dia mengerang saat dia merasa seks keras basah dan kemudian tumpahan jus mereka.

Kami tinggal di posisi itu beberapa detik saat napas sembuh, menegakkan dan melewati lengan di leherku, mencium dengan lidah kita lembut memutar dan mencicipi satu sama lain.

Beberapa menit kemudian kami duduk di dapur, saya sedang makan semangkuk sereal dan mulai berbicara.

Aku tidak tahu bahwa Prima telah teman sekamar, dan teman sekamar pergi

Dia tertawa seolah olah itu adalah lelucon terbaik di dunia, kemudian mengambil lagi sesendok sereal dan susu saat aku menjawab.

Prima memiliki teman sekamar tidak, aku ibumu

Hampir meludah sereal sementara dia tertawa, kami masih telanjang dan aku hanya bisa melihat tubuhnya lagi nikmat sekali

Jangan khawatir cerita dewasa seks ngentot ini akan menjadi rahasia kecil kami, Anda dipersilahkan kapan saja repeat

Dia bersandar di kaki saya, meninggalkan payudara besar nya tergantung di depan saya dan mencium saya di mulut. Lalu ia menuju kamar mandi, jantungku berdebar debar dari kegembiraan, begitulah Cerita Dewasa Seks Ngentot di Apartement ngawur dari saya

Source: http://www.hamsterhead.info/2012/03/cerita-dewasa-seks-ngentot-di.html#ixzz1wNUdLac5

ARTIS VIDEO BOKEP

GADIS INDO HOT

SPG CANTIK & SEKSI

HOT SEARCH VIDEO TODAY

======================================

CEWEK AMOY CANTIK & HOT

======================================

CEWEK INDO CANTIK BISPAK

 
Check This : Cewek Facebook | Cerita Dewasa | Bokep Area
Copyright © 2011. Video Bokep, Mesum, Skandal - All Rights Reserved
Themes by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger